Sudahkah Anda Menerapkan Ketahanan Pangan ?

FoodDefense

Banyaknya ancaman terhadap pangan, organisasi harus membuat mekanisme bagaimana membuat ketahanan pangan agar tidak terjadi hal yang merugikan. Food Defense adalah Ketahanan Pangan dari ancaman kontaminasi yang disengaja. Ancaman tersebut dapat berupa perusakan makanan, food terorisme, boikot, penyelewangan produk, dan lainnya.

Food Defense adalah ketahanan pengan terhadap ancaman kontaminasi yang disengaja

Food Defense berbeda dengan Food Safety, Fokus Food Defense adalah bagaimana melakukan pertahanan tidak hanya pada makanan, juga termasuk akses, teritori, manusia, fasilitas penunjang. Antara food defense dan  food safety menjadi sebuah integrasi sistem manajemen keamanan pangan.

army-men-food-picks1-640x533

prinsip food defense ada 4 yaitu :

Personnel

yaitu bagaimana melakukan mekanisme pengendalian orang baik pekerja internal (karyawan, manajemen) dan juga pekerja eksternal (kontraktor, supplier, magang, masyarakat komunitas). Penting dipahami bahwa mengenalikan orang tidak semudah mengendalikan mesin, terlalu banyak variable menyebabkan pencegahan bahaya kontaminasi disengaja harus benar-benar dirunut secara proses dan kemungkinan-kemungkinan terjadi dari kegiatan pengolahan makanan yang melibatkan orang.

Outside Security

Bagaimana mengendalikan fasilitas pengolahan makanan, mulai dari pembatasan fisik fasilitas seperti keamanan fisik, keamanan pengiriman /kedatangan bahan makanan, keamanan surat menyurat, keamanan pintu, jendela dan akses fisik lainnya.

 

Inside Security

Keamanan pangan dari dalam organisasi mulai dari pengendalian penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan makanan, bahan baku/ bumbu , pengendalian es, pengendalian bahan kimia dan consumables, termasuk juga pengendalian informasi.

 

Insiden Respon

Bagaimana organisasi mengelola sistem tanggap darurat bila terjadi suatu bahaya, organisasi harus membuat sistem informasi bahaya , nomor kontak darurat, penanganan bahaya dan paska kejadian, serta mekanisme investigasi insiden dari bahaya tersebut.

 

Banyak sistem pengendalian makanan , terkait dengan mutu, food safety, food defense, HACCP , halal, dan lainnya. Tetapi yang lebih penting adalah bagimana praktek pengendalian makanan memenuhi peraturan, regulasi , standar dan komunitas. Continue reading

Jangan Makan Kalau Tidak Percaya Rasa Aman

0013729e47710f64e50225

Variasi olahan makanan saat ini sangat bervariasi  diikuti juga dengan risiko dari dampak makanan tersebut. Risiko yang terasa langsung oleh pengguna adalah enak dan tidak enak rasa dari makanan tersebut, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana rasa aman  dan selamat dari risiko yang timbul dari olahan makanan tersebut.

Food Safety adalah berbicara bagaimana risiko kesalamatan makanan dari ancaman kontaminasi yang secara tidak sengaja melekat pada proses pengolahan makanan.

doctorgrapes1

Secara alamiah kontaminasi pada proses pengolahan makanan akan selalu ada, tetapi bagaimana mengendalikan risiko kontaminasi itu yang penting untuk dilakukan.

 

HACCP-Hazards Analysis Critical Control Point adalah senjata untuk bagaimana melakukan upaya pencegahan kontaminasi sehingga output dari proses pengolahan makanan dapat dijamin keselamatan makanannya. HACCP tidak saja berfungsi sebagai senjata tetapi  juga amunisi untuk mengendalikan proses-proses kritis yang menjadi target dapat diatasi.

E-Coli,Salmonella, overheat, chemical uses failure menjadi sumber kontaminasi yang harus menjadi target pengendalian HACCP didalam proses pengolahan makanan. Pengetahuan terhadap proses pengolahan makanan pun menjadi kontribusi didalam mengendalikan food safety. Anda sebagai koki, petugas sortir bahan mentah, pemotongan bahan makanan, dan lainnya harus mengetahui peluang-peluang  kontaminasi dari proses tersebut sehingga penjaminan terhadap proses dan hasil akhir pengolahan makanan menjadi valid.

Bagaimana dengan risiko anda makanan gorengan dari tukang gorengan keliling dengan makanan resto cepat saji? Jelas beda bukan?. Artinya penjaminan terhadap pengolahan makanan dilihat dari:

siapa pengguna ?bagaimana  efek makanan tersebut ? bagaimana dengan supplai chain makanan tersebut ? bagaimana dengan harga jual? dan lainnya menjadi catatan untuk melakukan upaya pengendalian food safety.

ooh budaya juga dapat mempengaruhi kesadaran seseorang dalam menanggapi food safety, mungkin beberapa orang terhadap makanan tertentu mengandung risiko terhadap keselamatan makanan tetapi bagi sebagian orang lain hal tersebut dianggap sudah biasa dan tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap dirinya. Well semua pada satu titik bagaimana mengelola makanan tetap terjaga dari risiko terkontaminasi.

Continue reading