ISO 22301 Jurus Jitu Untuk Kelangsungan Bisnis Anda | Business Continuity Management

business-continuity-management_640x480-640x450

Business Continuity Mangement (BCM) adalah framework sebuah sistem dalam organisasi untuk berupaya melakukan pemulihan bisnis dan aktivitasnya ketika krisis atau bencana dirasakan pada organisasi tersebut. BCM memiliki serangkan proses manajemen yang komprehensif mulai dari perangkat kebijakan, prosedur kerja, dokumen informasi lainnya yang relevan terhadap bisnis. Prakteknya BCM pada organisasi akan menyiapkan perangkat sistem meliputi perangkat pekerja, alat, metode, standar aktivitas dalam melakukan antisipasi terhadap krisis atau bencana yang dirasakan oleh organisasi.

Sistem Management BCM sampai saat ini masih menjadi tolak ukur didalam organisasi yang menetapkan sistem antisipasi terhadap gangguan krisi atau bencana. Bencana atau krisi yang dimaksud adalah kondisi diluar normal yang berpotensi mengentikan bisnis organisasi seperti :

  • natural disaster : banjir, gempa bumi, angin topan
  • man made disaster : perperangan, sabotase, terorisme, kebakaran akibat manusia
  • business process failure : kegagalan dalam mengeksekusi proses
  • utility failure : kegagalan supply listrik, sistem pendinginan
  • equipment failure : kegagalan mesin produksi utama
  • governmental issue : pemogokan, embargo ekonomi
  • penyebaran penyakit menular
  • dsb

organisasi yang mampu menetapkan framework dalam Business Continuity Plan dan recovery adalah organisasi yang sudah menerapkan kerangka dalam antisipasi krisis bisnis tersebut. Kenyataannya bahwa organisasi yang tidak memiliki perencanaan terhadap krisis organisasi lebih berdampak lama dalam recovery bisnis kembali normal

reason BCM

Organisasi yang tidak memiliki rencana dalam disaster recovery , akan membutuhkan waktu pemulihan lebih lama untuk menjalankan bisnis kembali normal

 

Dalam tahapan pengembangan sistem BCM dibutuhkan strategic view dari Manajemen untuk merumuskan strategi business continuity plan (BCP)  dalam menjalankan bisnisnya. Strategic view ini dapat dirumuskan dalam bentuk kebijakan dan design BCP kedepan. Manajemen membutuhkan masukan-masukan dari pihak internal untuk menetapkan business strategy untuk BCP.

Prinsip pengembangan BCM adalah risk management. Kerangka dalam menentukan tingkat risiko organisasi dalam melakukan skenario-skenario dan antisipasi terhadap krisi bisnis adalah dengan merancang skema rencana mitigasi risiko. Tentu saja hal ini membutuhkan waktu penetapan mitigasi risiko yang ditetapakan bersama oleh process owner.

Manfaat dari penetapan sistem BCM adalah:

  • mampu mengelola risiko terhadap potensi-potensi krisis bisnis organisasi
  • mengembangkan kesadaran dan kepedulian karyawan dalam kontribusi BCM
  • menjaga konsistensi kelangsungan bisnis ketika memasuki masa krisis
  • menjaga produktivitas proses bisnis dari setiap lini manajemen
  • meningkatkan wawasan dalam mengantisipasi potensi-potensi krisis bisnis

dalam artikel selanjutnya akan  dijelaskan bagaimana tahapan dalam pengembangan sistem BCM.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s