Mengenal Pedoman Manajemen K3 Rumah Sakit | KepMenKes No. 432

7132015120347PM_needlestick-injury-stock-photo

Pada prinsipnya pedoman Manajemen K3 Rumah Sakit Kepmenkes No. 432 bagaimana mengelola risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Rumah Sakit. Tujuannya adalah mencegah kecelakaan kerja dan menjaga kesehatan pekerja didalam lingkup Rumah Sakit.

Manfaat Pedoman K3 bagi Rumah Sakit menurut Kepmenkes No. 432 adalah :

  1. Bagi Rumah Sakit :

a. Meningkatkan mutu pelayanan

b. Mempertahankan kelangsungan operasional Rumah Sakit

c. Meningkatkan citra Rumah Sakit

2. Bagi karyawan Rumah Sakit:

a. Melindungi karyawan dari Penyakit Akibat Kerja (PAK)

b. Mencegah terjadinya Kecelakaan Akibat Kerja (KAK)

3. Bagi pasien dan pengunjung :

a. Mutu layanan yang baik

b. Kepuasan pasien dan pengunjung

200470465-001

Tentu saja dalam menerapkan dalam menerapkan pedoman K2 Rumah Sakit menurut Kepmenkes No. 432 anda harus mempunyai sistem manajemen K3 Yang baik. Alasan mengapa ditetapkannya pedoman K3 Rumah Sakit adalah sebagai berikut :

Alasan KAK :

tertusuk jarum suntik, terkilir, terbakar, infeksi, terpotong, sprain/strain : 52%, contussion , crushing, bruising : 11%, cuts, laceration, punctures : 10.8%, fractures : 5.6%, multiple injures: 2.1 %, themal burns : 2%, dermatitis :1.2%

Alasan PAK :

82% Low Back Pain / cidera tulang panggul, cidera punggung, cidera pergelangan tangan, dan lainnya.

Sistem K3 apa yang cocok untuk mengikuti pedoman K3 Kepmenkes no. 432 ?

Apapun sistem manajemen K3 untuk Rumah Sakit, pada umumnya sesuai, karena prinsip pengendaliannya adalah bagaimana mengendalikan risiko K3 pada faktor-faktor penilaian risiko Rumah Sakit. Kita mengenal sistem manajmen K3 seperti OHSAS 18001, SMK3 PP 50/2012, dan sistem Manajemen yang dikembangkan sendiri oleh organisasi sebagai kerangka sistem manajemen K3.

Dengan berbasis pada PDCA-Plan Do Check action, menjadikan sistem manajemen K3 dapat berintegrasi dengan bisnis proses organisasi termasuk juga Kepmenkes No. 432. Penting bahwa dalam menjalankan sistem manajemen K3 adalah pemenuhan komitmen manajemen terutama Direktur dalam konsistensi penerapan Sistem Manajemen K3.

Dalam menjalankan struktur pada pedoman K3 Kepmenkes No. 432 ada beberapa model yaitu :

Model 1 :

Merupakan organisasi yang terstruktur dan bertanggung jawab kepada Direktur RS, bentuk organisasi K3 di RS merupakan organisasi struktural yang terintegrasi dalam komite yang ada di RS dan disesuaikan dengan kondisi/ kelas masing-masing RS, misalnya komite medis/ Nosokomial.

Model 2 :

Merupakan unit organisasi fungsional (non struktural) bertanggung jawab langsung ke Direktur RS. Nama organisasinya adalah unit pelaksana K3 RS yang dibantu oleh unit K3 yang dibantu oleh unit K3 yang beranggotakan seluruh unit kerja di RS. Keanggotaan :

  • organisasi unit/ pelaksana K3 RS beranggotakan unsur-unsur dari petugas dan jajaran Direksi RS.
  • Organisasi unit/ pelaksana K3 RS terdiri dari sekurang-kurangnya Ketua, Sekretaris dan anggota. Organisasi/ Pelaksana K3 RS dipimpin oleh Ketua.
  • Pelaksanaan tugas ketua dibantu oleh Wakil Ketua dan Sekretaris serta anggota
  • Ketua organisasi/ pelaksana K3 RS sebaiknya adalah salah satu manajemen tertinggi di RS atau sekurang-kurangnya jajaran Manajemen satu tingkat dibawah Direktur.
  • Sedang sekretaris adalah seorang tenaga profesional K3 RS yaitu Manajer K3 RS atau ahli K3.

Untuk organisasi RS struktur ini dapat disesuaikan dengan kondisi di RS tersebut. Bila sumber daya RS cukup, maka model 1 dapat diterapkan, akan tetapi bila sumber daya terbatas pada persoil cukup dengan struktur model 2.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s