Mengenal ISO 28000 | Supply Chain Security Management System

TRAD_bg.ashx

Standard International Sistem Management keamanan rantai pasokan atau Supply Chain Security Management System (SCSMS) diatur didalam ISO 28000. Merupakan seri dari ISO yang dikembangkan ada awalnya oleh ISO/TC 8 Ship and Marine Technology. Latar belakang pengembangan standard ini adalah :

  • Pengendalian terhadap issue terorisme
  • Pengendalian terhadap pembajakan (hijacked)
  • Pengendalian terhadap Penyelundupan
  • Pengendalian terhadap Perampokan barang

Tujuan dari pengembangan sistem ISO 28000:2007 adalah untuk meningkatkan kesadaran terhadap pengendalian risiko rantai pasokan. Juga bagaimana memenuhi standar dan peraturan regulasi terkait dengan rantai pasokan.

Penataan penerapan prinsip sistem manajemen keamanan rantai pasokan secara komprehensif dapat diintegrasikan dengan sistem manajemen lainnya seperti ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001, ISO 27001, dan lainnya. Sehingga peran ISO 28000 SCSMS menjadi core value bagi industri rantai pasokan dengan pendekatan proses yang berbasis risiko.

logistics

Persyaratan ISO 28000 : 2007 , strukturnya adalah :

4.1. General Requirements

4.2. Security Management Policy

4.3. Security Risk and Planning

4.4. Implementation and Operation

4.5. Checking and Corrective Action

4.6. Management Review and Continual Improvement

Keuntungan dari penerapan ISO 28000, beberapa diantaranya adalah :

  • Pemenuhan peraturan regulasi seperti :
  • C-TPAT | Customs-Trade Partnership Againts Terorism milk America Serikat
  • Secure Trade Partnership (STP) milik Singapore
  • Transport Asset Protection Association(TAPA) merupakan asosiasi terhadap keamanan rantai pasokan
  • Dan juga peraturan pemerintah didalam rantai pasokan dan logistik

 

ISO 28000 menjadi persyaratan administratif bagaimana komitmen organisasi yang terlibat didalam rantai pasokan menjalankan bisnisnya dengan aman, terukur waktunya, pencapain konsistensi mutu produk barang pasokannya, dan memenuhi peraturan regulasi pemerintah.

Continue reading

Advertisements

Apakah PO Wajib Dalam Melakukan Pembelian ?

Shopping Cart with Boxes

PO atau Purchase Order adalah lembar informasi untuk pembelian barang atau jasa kepada supplier/ vendor. Prinsipnya adalah bagaimana informasi mengenai spec barang, quantity, quality, delivery time, persyaratan pembayaran dan lainnya tertuang didalam PO.

Secara umum PO digunakan sebagai tools bagi Departemen/ Bagian Pembelian /Purchasing/ Procurement/ SCM dalam melanjutkan permintaan pembelian dari user/ pengguna barang. Umumnya alur proses pembelian dari user ke bagian purchasing adalah sebagai berikut:

  1. User  melakukan permintaan pembelian dengan mengisi lembar PR (Purchase request) kepada Purchasing
  2. Purchasing menerima PR , melakukan verifikasi dan menyalin kedalam PO.
  3. PO yang sudah divalidasi oleh Manager Terkait dan Purchasing dikirim ke supplier yang terdaftar.

Saat ini dengan arus informasi yang semakin cepat dan teknologi yang semakin mendukung, PO tidak perlu digunakan. Alasannya adalah PO dapat berkontribusi terhadap waktu, birokrasi, dan “terlalu terkendali” untuk beberapa organisasi.

Supply-Chain-Management-1

Konsep implementasi PO yang lebih advanced lagi ialah menggunakan pendekatan Supply Chain Management (SCM). Implements SCM lebih baik lagi dengan menggunakan teknologi informasi yang tepat guna. Prinsip SCM adalah bagaimana melakukan pembelian integrasi dengan melibatkan bagian Purchasing-Logistik-Finance.

Strategi SCM harus melihat ke core business organisasi tersebut, tidak semua organisasi dapat menggunakan pendekatan SCM. Typical organisasi yang dapat menggunakan pendekatan SCM adalah industri dengan mass production, industri wholeseller, Importir-Eksportir, Retailer.

Dengan SCM , PO tidak lagi digunakan, karena hal tersebut fungsinya dapat digantikan dengan kontrak payung atau bentuk MoU lainnya. Sehingga arus pemesanan , konsistensi pengiriman, konsistensi arus penerimaan-penyimpanan-pengeluaran barang, dan konsistensi pembayaran ke supplier menjadi lebih terkendali. Terlebih lagi cost review dari mulai dari proses pemesanan hingga barang datang menjadi lebih terukur. Teknologi dapat memperkuat SCM pada proses :

  1. Pemesanan

Integrasi pemesanan dan availability stock secara online dapat dilakukan dan monitoring dari portal system internal organisasi dan portal system supplier.

2. Pengiriman Barang

Monitoring pengiriman barang terjamin dengan adanya tracker transporter atau GPS yang mengendalikan posisi actual barang anda.

3. Penerimaan-Penyimpanan-Pengiriman Barang

Barang yang masuk warehouse secara otomatis dapat memberikan informasi stok-in-stok available dan stok -out secara terencana.

4. Pembayaran

Pembayaran oleh Finance organisasi menjadi lebih terencana sesuai dengan klausul yang disepakati di kontrak. Perencanaan Finance memberikan dampak pada pengaturan cashflow keuangan yang lebih optimal.

Continue reading

Food Sosial | Dalam Kajian Mutu Makanan

Generation-Y-demands-a-marketing-story_strict_xxl

Food Sosial , adalah bagaimana anda menciptakan kreasi olahan makanan yang dapat “berbicara”. Fenomena food sosial dikalangan masyarakat indonesia dilakukan dengan berbagai alasan ada yang ingin menunjukan ‘pamer’ terhadap tempat makan tertentu, ada juga ingin berbagi rasa, atau ada juga yang ingin menceritakan pengalaman makan ditempat itu.  Apapun alasannya agar makanan tersebut bisa ‘bicara’ dari satu komentar ke komentar lain, sekali  anda share makanan tersebut di social media  beratus komentar yang akan didapat jika menarik komunitas social media.

Bagi pengusaha makanan hal tersebut sebenarnya tidak terlepas dari upaya pemenuhan terhadap jaminan mutu makanan dan penciptaan brand yang melekat pada makanan tersebut. Utamanya adalah menciptakan makanan yang tidak hanya enak rasanya, tetapi juga hygiene, menarik bentuknya, tempat makan yang baik, dan lainnya. Sosial media adalah media promosi bagi pengusaha untuk menarik minat pelanggan. Dengan demikian penciptaan mutu mulai dari mutu bahan makanan, mutu personil, mutu metode mengolah makanan, mutu penyajian makanan, mutu penyediaan tempat makanan menjadi sebuah sistem terpadu untuk mendapatkan kepuasan pelanggan yang terbaik.

receita.midias.sociais

Tidaklah mudah menciptakan brand yang melekat baik pada hasil produk makanan anda. Salah pada makanan anda , social media yang akan menghukumnya. Makin baik makanan anda di mata pelanggan makin banyak komentar , bila makanan anda tidak baik mungkin saja cercaan dan pandangan buruk dari komunitas melalui sosial medial dapat mempengaruhi produk makanan anda. Tergantung strategi bisnis anda dalam melakukan promosi produk anda.

Sebuah standar harus ditetapkan oleh usaha anda, baik standar internasional atau standar yang anda ciptakan sendiri. Persyaratan hygiene pun dan tata kelola infrastruktur pengolahan makanan anda juga menjadi sorotan.

Alhasil food sosial adalah cerminan bagaimana mutu makanan anda diciptakan. Bagaimana anda menyikapinya. Makin banyak makanan anda ‘berbicara’ baik makin banyak keuntungan yang anda peroleh.

Continue reading

Jangan Makan Di Katering ! | Sebelum Punya Ijin Hygiene Jasaboga

catering-hygiene-slide-2

Pemerintah mengeluarkan ijin usaha jasaboga yaitu katering, penyedia makanan olahan dari pihak luar kepada organisasi. Ijin usaha katering di Indonesia harus memenuhi persyaratan dari SK Kepmenkes No. 715 tentang persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga. Maksud dari persyaratan ini adalah pemenuhan dari usaha katering dalam menjalankan usaha selain aspek komersil juga memperhatikan perlindungan hygiene bagi konsumen.

Katering didalam persyaratan ini dibagi atas 3 golongan berdasarkan tingkat risiko dan jangkauan pelayanan yaitu :

Golongan A

Golongan katering untuk konsumen  masyarakat umum tidak terbatas pada organisasi atau usaha dimana katering tersebut menjadi penyedianya.

Golongan B 

Golongan katering untuk ,-

a. asrama penampungan jemaah haji

b. asrama transito atau asrama lainnya

c. perusahaan

d. pengeboran lepas pantai / offshore

e. angkutan umum dalam negeri

f. sarana pelayanan kesehatan

 

Golongan C:

Golongan katering untuk alat angkutan umum pesawat udara dan international

Persyaratan yang diminta dari SK ini adalah jaminan olahan makanan dari pengusahan katering melalui jaminan bebas penyakit menular,  jaminan personal yang mengelola makarna, jaminan metode pengolahan makanan, jaminan dari lingkungan katering dan juga jaminan hasil pengujian sanitasi dan hygiene dari pihak ketiga.

Yalla_CateringWeb

Harus ada sistem pengawasan dan pembinaan dari pihak Dinas Kesehatan terhadap kinerja katering dalam memenuhi persyaratan hygiene sanitasi jasaboga. Untuk pecan serta pengusaha katering dalam mendaftarkan usahanya adalah untuk pembedayaan katering itu sendiri.

Pelatihan adalah salah satu dari persyaratan SK Kepmenkes No. 715 , terkait pelatihan personil pengolah makanan dengan kompetensi yang dimilikinya. Pelatihan persyaratan hygiene sanitasi jasaboga diselenggarakan oleh provider training yang telah memiliki ijin sebagai penyelenggara pelatihan.

Sistem yang dipakai untuk usaha katering dapat menggunakan pendekatan sistem HACCP atau standar praktis lainnya seperti ISO 22000 tentang Food Safety Management System (FSMS). Secara komprehensif pemenuhana persyaratan ini dapat mengakomodir persyaratan SK Kepemenkes No. 715.

Continue reading

Sertifikasi Halal apakah pada Makanan Saja ?

logo-halal_1

pengertian halal adalah diijinkan dalam mengkonsumsi makanan/minuman yaitu halal zatnya, halal cara prosesnya, halal cara penyembelihan hewannya, halal cara memperolehnya. Sertifikat halal adalah pengakuan dari pihak ketiga (dalam hal ini MUI=Majelis Ulama Indonesia untuk Indonesia) terhadap produsen makanan/minuman.

Kajian halal tidak hanya sebatas   pada makanan dan minuman yang masuk kedalam tubuh melalui oral, tetapi  juga melalui non-oral. Prinsipipnya adalah bagaimana mencegah zat non halal masuk kedalam tubuh melalui oral dan non oral. Non-Oral  seperti kulit, mata, telinga, hidung, rambut, sela-sela kuku adalah pintu bagi zat luar yang dapat masuk kedalam tubuh. Sehingga mekanisme tubuh terkontaminasi zat non halal menjadi lebih luas.

JBS-300-image_600x400

zat didalam tekstil yang bersentuhan dengan kulit langsung harus dipastikan halal 

Konsekuensinya adalah bagaimana memastikan pemakaian zat terhadap pintu tubuh non-oral harus dipastikan bahannya halal. bahan tekstil yang langsung bersentuhan dengan kulit, minyak angin, minyak rambut, pembersih kuku, dan lainnya harus dipastikan halal zatnya.

Tentu saja produsen dalam hal ini menyikapi sebagai peluang dan tantangan, yaitu dalam hal perebutan pasar (dalam hal ini konsumen muslim), perlindungan produk , pengakuan independen, brand image, dan lainnya.

Sertifikasi halal berarti selain pengakuan dari pihak ketiga terhadap jaminan halal , juga bagaimana melindungi konsumen dari ketidakpastian halal dan non-halalnya produk tersebut. Terlebih penting lagi komitmen organisasi dalam melakukan monitoring terhadap proses pembuatan produknya secara consisten dengan mekanisme audit dan inspeksi menjadi tambah kuat halal suatu produk tersebut.

 

Sudahkah Anda Menerapkan Ketahanan Pangan ?

FoodDefense

Banyaknya ancaman terhadap pangan, organisasi harus membuat mekanisme bagaimana membuat ketahanan pangan agar tidak terjadi hal yang merugikan. Food Defense adalah Ketahanan Pangan dari ancaman kontaminasi yang disengaja. Ancaman tersebut dapat berupa perusakan makanan, food terorisme, boikot, penyelewangan produk, dan lainnya.

Food Defense adalah ketahanan pengan terhadap ancaman kontaminasi yang disengaja

Food Defense berbeda dengan Food Safety, Fokus Food Defense adalah bagaimana melakukan pertahanan tidak hanya pada makanan, juga termasuk akses, teritori, manusia, fasilitas penunjang. Antara food defense dan  food safety menjadi sebuah integrasi sistem manajemen keamanan pangan.

army-men-food-picks1-640x533

prinsip food defense ada 4 yaitu :

Personnel

yaitu bagaimana melakukan mekanisme pengendalian orang baik pekerja internal (karyawan, manajemen) dan juga pekerja eksternal (kontraktor, supplier, magang, masyarakat komunitas). Penting dipahami bahwa mengenalikan orang tidak semudah mengendalikan mesin, terlalu banyak variable menyebabkan pencegahan bahaya kontaminasi disengaja harus benar-benar dirunut secara proses dan kemungkinan-kemungkinan terjadi dari kegiatan pengolahan makanan yang melibatkan orang.

Outside Security

Bagaimana mengendalikan fasilitas pengolahan makanan, mulai dari pembatasan fisik fasilitas seperti keamanan fisik, keamanan pengiriman /kedatangan bahan makanan, keamanan surat menyurat, keamanan pintu, jendela dan akses fisik lainnya.

 

Inside Security

Keamanan pangan dari dalam organisasi mulai dari pengendalian penyimpanan bahan makanan, proses pengolahan makanan, bahan baku/ bumbu , pengendalian es, pengendalian bahan kimia dan consumables, termasuk juga pengendalian informasi.

 

Insiden Respon

Bagaimana organisasi mengelola sistem tanggap darurat bila terjadi suatu bahaya, organisasi harus membuat sistem informasi bahaya , nomor kontak darurat, penanganan bahaya dan paska kejadian, serta mekanisme investigasi insiden dari bahaya tersebut.

 

Banyak sistem pengendalian makanan , terkait dengan mutu, food safety, food defense, HACCP , halal, dan lainnya. Tetapi yang lebih penting adalah bagimana praktek pengendalian makanan memenuhi peraturan, regulasi , standar dan komunitas. Continue reading

Jangan Makan Kalau Tidak Percaya Rasa Aman

0013729e47710f64e50225

Variasi olahan makanan saat ini sangat bervariasi  diikuti juga dengan risiko dari dampak makanan tersebut. Risiko yang terasa langsung oleh pengguna adalah enak dan tidak enak rasa dari makanan tersebut, akan tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana rasa aman  dan selamat dari risiko yang timbul dari olahan makanan tersebut.

Food Safety adalah berbicara bagaimana risiko kesalamatan makanan dari ancaman kontaminasi yang secara tidak sengaja melekat pada proses pengolahan makanan.

doctorgrapes1

Secara alamiah kontaminasi pada proses pengolahan makanan akan selalu ada, tetapi bagaimana mengendalikan risiko kontaminasi itu yang penting untuk dilakukan.

 

HACCP-Hazards Analysis Critical Control Point adalah senjata untuk bagaimana melakukan upaya pencegahan kontaminasi sehingga output dari proses pengolahan makanan dapat dijamin keselamatan makanannya. HACCP tidak saja berfungsi sebagai senjata tetapi  juga amunisi untuk mengendalikan proses-proses kritis yang menjadi target dapat diatasi.

E-Coli,Salmonella, overheat, chemical uses failure menjadi sumber kontaminasi yang harus menjadi target pengendalian HACCP didalam proses pengolahan makanan. Pengetahuan terhadap proses pengolahan makanan pun menjadi kontribusi didalam mengendalikan food safety. Anda sebagai koki, petugas sortir bahan mentah, pemotongan bahan makanan, dan lainnya harus mengetahui peluang-peluang  kontaminasi dari proses tersebut sehingga penjaminan terhadap proses dan hasil akhir pengolahan makanan menjadi valid.

Bagaimana dengan risiko anda makanan gorengan dari tukang gorengan keliling dengan makanan resto cepat saji? Jelas beda bukan?. Artinya penjaminan terhadap pengolahan makanan dilihat dari:

siapa pengguna ?bagaimana  efek makanan tersebut ? bagaimana dengan supplai chain makanan tersebut ? bagaimana dengan harga jual? dan lainnya menjadi catatan untuk melakukan upaya pengendalian food safety.

ooh budaya juga dapat mempengaruhi kesadaran seseorang dalam menanggapi food safety, mungkin beberapa orang terhadap makanan tertentu mengandung risiko terhadap keselamatan makanan tetapi bagi sebagian orang lain hal tersebut dianggap sudah biasa dan tidak akan berpengaruh apa-apa terhadap dirinya. Well semua pada satu titik bagaimana mengelola makanan tetap terjaga dari risiko terkontaminasi.

Continue reading